7 Jenis Tumor Jinak Berdasarkan Tempatnya yang Perlu Diwaspadai

Tumor jinak dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi pertumbuhannya. Setiap jenis tumor jinak ini memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda.

Seperti yang telah diketahui bahwa, tumor terjadi ketika sel-sel tubuh berkembang tidak terkendali, membentuk jaringan atau benjolan abnormal. Meskipun ada tumor jinak dan ganas (kanker), tumor jinak biasanya tidak menyerang atau menyebar ke bagian tubuh lain.

Tumor non-kanker umumnya tidak berbahaya dan tumbuh lambat, meskipun ada kasus di mana mereka dapat tumbuh cepat dan besar, mengganggu jaringan di sekitarnya.

Jika diperlukan, tumor non-kanker dapat ditangani dengan berbagai metode, termasuk obat-obatan seperti kemoterapi, terapi radiasi, atau tindakan bedah.

Lantas apa saja jenis dari tumor jinak yang bisa muncul? Untuk itu, berikut ini beberapa diantaranya:

1. Lipoma

Salah satu jenis tumor non-kanker yang umum terjadi adalah lipoma. Lipoma disebabkan oleh penumpukan sel lemak yang berlebihan dan biasanya muncul di tangan, leher, atau punggung.

Benjolan lipoma dapat diraba dengan jelas karena terletak di bawah kulit dan terasa lunak saat disentuh. Meskipun tidak menyakitkan saat ditekan, benjolan tersebut bisa sedikit bergeser dari posisinya yang asli.

2. Fibroid

Fibroid (fibroma) tumbuh di jaringan fibrosa atau jaringan ikat pada organ dan bagian tubuh tertentu. Tumor jinak jenis ini biasanya muncul di dinding rahim (fibroid rahim).

Meskipun tidak bersifat merugikan secara medis, fibroid rahim dapat membesar secara signifikan dan menyebabkan gejala seperti perdarahan vagina yang intens, sering buang air kecil, nyeri panggul, serta masalah kesuburan.

Baca juga :  Apakah DBD Menular? Inilah 7 Fakta dan Mitos Seputar DBD

3. Adenoma

Adenoma adalah jenis tumor non-kanker yang muncul dari jaringan epitel dan umumnya ditemukan di kelenjar atau organ tubuh. Polip usus besar merupakan contoh paling umum dari adenoma.

Selain usus besar, adenoma juga dapat muncul di organ lain seperti hati, kelenjar adrenal, pituitari di otak, atau kelenjar tiroid. Meskipun biasanya bersifat non-kanker, adenoma sering kali memerlukan tindakan operasi karena potensinya untuk berubah menjadi kanker.

4. Hemangioma

Hemangioma adalah akumulasi sel-sel pembuluh darah di kulit atau organ tubuh. Biasanya ditemukan sebagai tanda lahir pada bayi, hemangioma tampak seperti bercak merah atau keunguan di kulit.

Lokasi umumnya terjadi di kepala, leher, atau badan, dan seringkali bisa menghilang dengan sendirinya. Namun, jika hemangioma jenis tumor jinak mengakibatkan kerusakan pada jaringan atau organ sekitarnya, perawatan dengan obat-obatan atau operasi mungkin diperlukan.

5. Nevi

Tahi lalat atau nevi adalah pertumbuhan kulit berupa tumor jinak. Mereka bisa berupa bercak atau benjolan dengan warna kecokelatan, kehitaman, atau merah muda. Secara umum, nevi tidak berbahaya dan tidak memerlukan penghilangan.

Namun, perlu diwaspadai jika muncul tahi lalat baru yang tumbuh cepat, menyebar, memiliki bentuk tidak teratur, atau menimbulkan gejala seperti luka, gatal, atau sering berdarah. Tahi lalat yang menunjukkan ciri-ciri tersebut dapat menjadi indikasi kanker kulit melanoma.

6. Mioma

Mioma adalah tumor non-kanker yang berkembang dari dinding pembuluh darah atau sel otot. Mioma juga dapat timbul dari jaringan otot polos, seringkali terjadi pada organ seperti rahim atau lambung.

7. Papiloma

Papiloma merupakan pertumbuhan tumor non-kanker yang muncul di jaringan epitel pada kulit, leher rahim, saluran payudara, atau membran mukosa yang melapisi bagian dalam kelopak mata (konjungtiva). Penyebab umum dari tumor ini adalah infeksi virus papiloma manusia (HPV).

Baca juga :  7 Penyebab Menstruasi 2 Kali Dalam Sebulan pada Remaja yang Harus Diwaspadai

Itulah beberapa jenis tumor jinak yang bisa diketahui. Sebaiknya kenali tandanya sejak dini agar tidak semakin berbahaya bagi tubuh.

lock" data-ad-client="ca-pub-3769951651532537" data-ad-slot="8665803941" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">